Hanya Makan Biskuit dan Teh Setiap Hari Karena Penyakit Langka

Image

 

North Lanarkshire, Skotlandia, Hanya makan biskuit dan minum 3 cangkir teh setiap hari tanpa merasa lapar mungkin menjadi impian banyak orang yang ingin menurunkan berat badan. Tapi seorang wanita melakukannya bukan karena sedang diet, melainkan penyakit langka yang melumpuhkan perutnya.

Suzanne Kettle (28 tahun) hanya minum 3 cangkir teh dan makan beberapa biskuit setiap harinya karena menderita gastroparesis.

Kondisi ini mencegah perutnya berkontraksi mencerna makanan, yang berarti ia membutuhkan waktu 8 jam untuk memproses makanan, 6 kali lebih lama dibandingkan orang normal.

Karena kondisinya, berat badan ibu satu anak ini turun hingga 19 kg. Ia terpaksa hanya minum teh dan makan biskuit untuk bertahan hidup karena selalu merasa tidak enak badan jika makan atau minum yang lainnya.

“Setiap hari saya bisa hanya minum teh dan makan biskuit tanpa merasa sakit. Saya telah kehilangan banyak berat badan,” jelas Suzanne Kettle, yang berasal dari Cumbernauld, North Lanarkshire, Skotlandia, seperti dilansir Dailymail, Jumat (14/9/2012).

Namun karena tak mendapatkan cukup nutrisi, ia sering merasa sangat kelelahan meski hanya berjalan kaki mengantarkan putranya ke sekolah.

Ia tak punya cukup energi untuk menjalani bisnis mengelola toko perlengkapan bayi, terlebih harus bolak-balik ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan rutin.

Kondisi ini pertama kali dirasakan Suzanne tiga tahun lalu. Ia merasa mual dan nyeri di perut. Sejak saat itu, ia harus dirawat di rumah sakit puluhan kali. Dokter berkali-kali salah mendiagnosisnya, seperti batu empedu, masalah hati dan bahkan gangguan jiwa.

Pada Januari lalu, Suzanne yang sudah frustasi akhirnya diberikan 20 suntikan langsung ke perutnya untuk mengurangi rasa sakit, tetapi efeknya hanya sementara. Dia menderita selama 18 bulan tanpa tahun apa sebenarnya penyakitnya.

Barulah pada bulan Mei lalu keingintahuannya terjawab. Setelah mencari second opinion dari dokter di Glasgow’s Stobhill Hospital, ia akhirnya didiagnosis dengan gastroparesis.

Menurut dokter, asal-usul kondisi ini masih menjadi misteri dalam kasusnya, namun biasanya mempengaruhi penderita diabetes.

Tetapi meskipun menderita penyakit langka, Suzanne bertekad untuk mengalahkan penyakit dan dalam waktu dua minggu akan memiliki alat pacu jantung sementara yang dipasang melalui hidungnya.

Alat pacu jantung akan menggunakan muatan listrik untuk merangsang otot-otot perut. Mesin ini akan digunakan selama seminggu untuk memantau bagaimana hal itu mempengaruhi pola makan.

 

Credit : linjunxia97.wordpress.com

TAKE OUT WITH FULL CREDIT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: