Seorang Kakek Bantu Cucunya Lahir Dengan Tali Sepatu

Image

 

Saat melahirkan biasanya wanita lebih suka didampingi oleh suami atau ibunya. Namun Vikki Taylor Wilson berada dalam posisi yang agak canggung setelah ayah mertuanya dipanggil untuk membantunya melahirkan.

Waktu itu Vikki Taylor Wilson sendirian di rumah saat bersiap untuk melahirkan namun suaminya, Simon takut takkan sampai di rumah tepat waktu dan meminta ayahnya, Stephen Wilson (61) untuk membantu Vikki.

Setelah empat kali kontraksi, sang bayi lahir dan Stephen menggunakan tali sepatu Simon untuk mengikat tali pusar cucunya sebelum akhirnya memotongnya.

“Saya terbangun di pagi hari dengan sedikit sakit perut dan grogi namun saya tak berpikir macam-macam karena kedua hal itu sudah biasa terjadi sepanjang masa kehamilan saya,” kata Vikki (28) dari Scunthorpe, Lincolnshire.

“Suami saya pergi bekerja jadi saya sendirian di rumah. Namun sekitar pukul 11 perut saya mengalami nyeri yang luar biasa dan saya kira itu kontraksi. Lalu saya menelpon Simon dan berkata, ‘Kupikir aku akan melahirkan, kamu harus pulang sekarang’.”

“Suami saya bilang dia akan segera pulang tapi tempat kerjanya berjarak 25 mil dari rumah, lalu dia menelpon ayah mertua saya, Stephen yang tempat tinggalnya berjarak 10 menit dari rumah dan memintanya untuk menunggunya bersama saya.”

Lalu Vikki naik ke atas untuk berganti pakaian dan mengalami kontraksi lagi dalam waktu dua menit. “Saya pikir itu terlalu cepat namun saya terus berupaya mengenakan celana pendek dan kaos,” lanjutnya.

“Saya turun dan menuju ke dapur, tapi mendadak saya merasa perut saya seperti meledak dan air ketuban saya pecah. Saya sangat ketakutan namun saya bisa merasakan jika bayi saya akan lahir. Saya sempat berpikir mungkin saya tak bisa melakukannya.”

“Beruntung ayah mertua saya datang dan meminta saya untuk duduk. Dia juga mengatakan bahwa saya perlu melakukan satu dorongan besar lagi.”

Beberapa menit kemudian Vikki melihat seorang bayi keluar dari rahimnya dan mulai menangis.

Bayi laki-laki yang diberi nama Isaac itu pun diberikan kepada Vikki sementara Stephen naik ke loteng untuk mengambil handuk dan membungkus bayi yang baru lahir itu agar tetap hangat.

Stephen sendiri menerima panduan untuk membantu kelahiran lewat telepon dari seorang operator layanan ambulans.

“Operator menyuruh Stephen untuk mengikat tali pusar untuk menghentikan suplai darah dan memotongnya,” terang Wilson.

“Suami saya baru saja membeli sepasang sepatu olahraga yang letaknya tak jauh dari tempat saya melahirkan lalu Steve menggunakan salah satu talinya untuk mengikat tali pusar Isaac sebelum memotongnya. Saya begitu bahagia dia berada disana. Tapi saya juga syok karena keseluruhan proses melahirkan hanya berjalan selama 15 menit dan rasanya tak begitu nyata,” ujar Wilson.

Saat ditanya, Stephen mengaku pengalaman membantu kelahiran itu telah mendorongnya keluar dari zona nyaman.

“Ketika saya tiba di rumah Simon, yang saya dengar adalah teriakan Vikki sehingga saya langsung bergegas lari ke dalam rumah dan menemukan Vikki telah tergeletak di lantai,” katanya.

“Dia mengatakan kepada saya ‘Sepertinya kepala bayinya sudah keluar’ lalu saya memintanya untuk duduk dan melakukan gerakan mendorong. Setelah cucu saya lahir, saya membersihkan mulutnya dan menelpon ambulans. Operator-lah yang memberi panduan kepada saya tentang bagaimana memotong tali pusar yang benar.”

“Saya tak pernah membantu kelahiran bayi sebelumnya namun tak ada waktu untuk berpikir. Satu-satunya yang saya punya adalah insting lalu saya berusaha untuk tetap tenang dan syukurlah prosesnya berjalan sangat cepat.”

Setelah itu, baik sang ibu dan bayinya, Isaac langsung dilarikan ke Scunthorpe General Hospital, Inggris. Isaac dinyatakan lahir dengan berat 8 pon 10 ons dan harus dirawat secara intensif akibat kedinginan dan kadar gula darah yang rendah.

“Isaac harus dimasukkan ke dalam inkubator selama tiga hari. Saya pun disuntik suplemen zat besi dan sedikit gas untuk membantu mengatasi syok,” ungkap Vikki seperti dilansir dari dailymail, Selasa (10/7/2012).

Sang suami, Simon tengah memberikan presentasi di Hull University ketika menerima telepon darurat dari istrinya, Vikki.

“Ketika saya berbicara dengan Vikki, saya tahu dia harus segera dibawa ke rumah sakit sehingga saya menelpon ayah saya. Namun ketika sampai di rumah saya melihat sebuah ambulans dan paramedis telah menggendong bayi saya,” terangnya.

Kini sang ibu dan bayinya sudah kembali ke rumah dalam kondisi sehat. Pasangan Simon dan Vikki juga merupakan orangtua dari Jessica dan Jasmine (10), Owen (10) dan Tia (11).

 

Credit : linjunxia97.wordpress.com

TAKE OUT WITH FULL CREDIT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: