Kasihan, Bahu Perempuan Ini Selalu Terkilir Setiap Kali Bersin

Image

 

Tulang yang ada di tubuh seharusnya menetap dan tak berpindah. Tapi tidak bagi Lauren Harry, tulang di bahunya akan berubah posisi (dislokasi) atau terkilir setiap kali ia bersin.

Sebuah kondisi genetik yang dimiliki oleh Lauren (20 tahun) membuat kolagen di tubuhnya terlalu lemah untuk mendukung sendi-sendi yang ada, sehingga bahunya akan mengalami dislokasi (perubahan atau berpindah lokasi) setiap kali ia bersin.

Tak hanya bersin, ketika ia batuk atau mengalami sentakan sedikit saja, posisi bahunya bisa keluar dari rongga. Lauren mengatakan ia bisa mengalami bahu terkilir sebanyak 10 kali dalam sehari.

Lauren yang tinggal di Wrexham, Wales Utara menuturkan rasa nyeri pertama kali muncul di kakinya pada usia 11 tahun. Namun ketika ia berusia 15 tahun, ia terjatuh dan melukai bahunya. Sejak itu bahu dan sendi lainnya termasuk lutut dan jari sering mengalami dislokasi.

Sebelumnya Lauren telah menjalani operasi stabilisasi di bahunya sebanyak 5 kali, tapi masalah tersebut tetap ada. Kondisi ini kerap membuatnya tersiksa karena ia pernah mengalami jari terkilir ketika sedang bekerja, dan ia pun tak bisa bermain dengan adiknya tanpa mengalami dislokasi sama sekali.

“Saya sudah beberapa kali operasi dan itu bisa memperbaiki keadaan sementara waktu, tapi tidak lebih dari 9 bulan mengalami dislokasi lagi,” ujar Lauren, seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (18/1/2013).

Semakin sering ia pergi dokter, para medis mulai mencurigainya dengan kondisi Ehlers-Danlos, dokter pun menyarankannya untuk pergi ke Stanmore dan melakukan pemeriksaan di sana.

Hingga akhirnya dokter percaya bahwa Lauren memiliki Ehlers-Danlos syndrome (EDS), yaitu suatu kondisi genetik yang mana kolagen terlalu lemah untuk menahan posisi sendi dan tulang di tubuhnya.

Meski begitu, Lauren tetap mencoba untuk bisa menjalani kehidupan secara normal dan dokter pun mengajarkannya bagaimana teknik merelokasi sendi agar lebih efektif, serta membantu sisi psikologisnya.

“Lauren mencoba untuk hidup secara mandiri semampu yang dia bisa, tapi terkadang dia tidak bisa. Lauren tidak dapat pergi ke mana pun atau melakukan sesuatu kecuali ada seseorang yang pergi menemaninya,” ujar sang ibu Kath Sneade (41 tahun).

Ehlers-Danlos syndrome (EDS) adalah kelompok kelainan bawaan yang mempengaruhi jaringan ikat. Sebagian besar jenis kondisi genetik ini mempengaruhi produksi kolagen yang berfungsi memberikan kekuatan pada jaringan dan memungkinkannya untuk meregang.

Kolagen ini biasa ditemukan dalam tendon, ligamen, tulang rawan, kulit, tulang, pembuluh darah, usus dan tulang belakang. Jika sendi longgar dan tidak stabil maka lebih rentan terhadap dislokasi.

Sampai saat ini tidak ada obat untuk EDS, pengobatan yang dijalani hanya membantu mengelola gejala seperti operasi untuk memperbaiki kerusakan otot serta obat untuk nyeri. Penderita bisa menggunakan penyangga, terapi fisik untuk perkuat sendi, serta menghindari kegiatan yang sangat membutuhkan ketahanan fisik.

 

Credit : linjunxia97.wordpress.com

TAKE OUT WITH FULL CREDIT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: