Penyakit Anencephaly

https://linjunxia97.files.wordpress.com/2013/01/6.jpg?w=209

 

Apakah anencephaly itu?

Anencephaly adalah kecacatan lahir bawaan (dari kata Latin congenitus “terlahir dengan”). Anencephaly terjadi pada tahap awal terjadinya kehidupan di dalam kandungan. Arti kata anencephaly sendiri adalah “tanpa adanya encephalon”, encephalon merupakan kumpulan pusat saraf otak. Pengartiannya ini tidak sepenuhnya benar. Walaupun seorang bayi anencephaly dilahirkan tanpa kulit kepala, tempurung kepala vault of cranium, meninges, hemisphere otak dan cerebellum, biasanya bayi terlahir dengan sebagian batang otak cerebral trunk, brainstem (Müller 1991).

Hampir 75% bayi anencephaly yang lahir pada waktunya, selamat pada saat persalinan. Harapan hidup untuk bayi yang selamat setelah lahir hanyalah beberapa jam atau beberapa hari saja (Jaquier 2006).

Kira-kira 20% bayi anencephaly menderita kecacatan bawaan lainnya (Botto 1999).

 

Apa fungsi dari batang otak?

Batang otak bersama urat saraf tulang belakang mengontrol berbagai fungsi tubuh yang dibawah sadar, seperti detak jantung dan mengkoordinasikan pergerakan tubuh.

 

Tingkat kejadian:

Sekitar satu anak setiap 1000 kelahiran (Eropa Tengah), (catatan redaksi: menurut laporan Kompas tertanggal 30.Januari 2009, di Indonesia diperkirakan angka rata-rata ini lebih tinggi). Tingkat rata-rata ini dapat berubah-ubah tergantung populasinya. (Sadler, T.W. 2005)

 

Anak yang paling banyak terpengaruh:

Anak yang lebih sering terkena anencephaly adalah perempuan dari pada laki-laki.

 

Dapatkah disembuhkan/dirawat?

Sayangnya tidak ada perawatan/penyembuhan bagi bayi anencephaly sampai saat ini.

 

Perwujudannya:

Anencephaly tergolong rumpun cacat bumbung saraf atau neural tube defect (NTD). Cacat bumbung saraf ini merupakan cacat bawaan pada pembentukan yang terjadi antara 20 sampai 28 hari setelah pembuahaan sel telur (Sadler 1998). Sel-sel plat saraf (neural plate) membentuk sistim saraf pada janin. Pada pertumbuhan yang normal, sel-sel tersebut saling melipat satu sama lainnya untuk membentuk yang dinamakan bumbung atau tabung saraf (neural tube), yang selanjutnya membentuk menjadi tulang punggung dan urat sarafnya. Setelah beberapa transformasi (perubahan bentuk), kutup utama (superior pole) akhirnya terbentuk menjadi otak. Pada kasus NTD, bumbung saraf ini gagal menutup secara sempurna. Anencephaly terjadi bila ujung tabung saraf ini gagal menutup. Janin dengan penyakit ini terlahir tanpa kulit kepala atau cerebellum. Juga tanpa meninges, kedua belah hemisphere otak dan tempurung kepala (vault of cranium), akan tetapi bagian dari batang otak biasanya tetap ada. Sisa jaringan otak terlindung oleh selaput yang tipis saja. Kemungkinan bayinya buta dan tidak ada pergerakan reflek atau hanya beberapa saja yang berfungsi.  Kira-kira ¼ bayi anencephaly meninggal pada saat dia dilahirkan, sedangkan yang selamat pada saat dilahirkan dapat bertahan hidup selama beberapa jam atau beberapa hari (Jaquier 2006).

 

Apa yang menyebabkan anencephaly?

Sebab anencephaly masih belum diketahui dengan pasti. Ada kemungkinan disebabkan oleh gabungan faktor genetis (keturunan) dan pengaruh lingkungan ( Sadler 2005 ). Yang telah diketahui adalah, bahwa dengan mengkonsumsi tambahan vitamin asam folat (folic acid ) kemungkinan akan terjadinya bayi anencephaly dapat dikurangi. Beberapa obat-obatan ( pil KB, valproic acid, obat antimetabolik dll. ) dapat menurunkan kadar asam folat dalam tubuh kita, dengan demikian dapat meningkatkan risiko akan bayi yang dikandung menderita anencephaly ( Sadler, 2005 ). Kelainan chromosomal (keturunan), mutasi single-gene dan akibat teratogenic telah teridentifikasi pada kurang dari 10 % bayi anencephaly  ( Holmes 1976 ).

 

Apakah salah orang tua, kalau bayinya menderita anencephaly?

Tidak. Tidak ada yang dapat disalahkan kalau ternyata anaknya menderita anencephaly.

 

Harapan hidup:

25% bayi anencephaly yang bertahan hidup sampai berakhirnya kehamilan, meninggal pada saat persalinan; 50% mempunyai harapan hidup dari beberapa menit sampai dengan 1 hari; 25% lainnya dapat bertahan hidup sampai dengan 10 hari (Jaquier 2006).

Dapatkan informasi lebih lengkap di bagian: Statistik tentang kelahiran dan kehidupan bayi anencephaly.

 

Kapan saatnya diagnose anencephaly dilakukan?

Seorang spesialis dengan alat USG yang resolusinya tinggi, dapat mendeteksi anencephaly pada umur kehamilan 10 minggu. Dalam keadaan kurang menguntungkan, anencephaly baru dapat diketahui atau diduga pada umur kehamilan 16 minggu. Tingkat AFP dapat diukur melalui maternal serum screening (tes darah ibu). Kalau tingkat AFPnya tinggi, maka ada kemungkinan janin menderita kelainan NTD. Pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan (USG atau amniocentesis) untuk memastikan adanya masalah. Scan mesti dilakukan diantara kehamilan 15 sampai 20 minggu, paling tepat pada minggu ke-16.

 

Apakah artinya AFP?

Pada saat sang janin buang air kecil di dalam kandungan ibunya, ia melepaskan zat protein bernama alpha-fetoprotein atau AFP. Tingkat AFP yang dikeluarkan janin yang menderita NTD, lebih besar ketimbang bayi biasa. Zat AFP ini, melalui ari-ari, memasuki aliran darah ibunya, yang mana kalau tes darah dapat diukur kandungan AFPnya.

 

Apakah diagnose bisa dipercaya?

Anencephaly adalah kelainan yang dapat dilihat dengan alat USG dengan sangat mudah. Jika seorang dokter yang ahli melakukan scan pada umur kehamilan 16 minggu dan ternyata hasil diagnosenya anencephaly, maka kemungkinan salah diagnose sangat kecil. Sementara tes darah ibu yang hasil tingkat AFPnya tinggi hanya menunjukkan bahwa ada risiko lebih tinggi bahwa bayinya memiliki Trisomy 21 atau 18, atau NTD. Kebanyakan hasil tes darah ibu yang tingkat AFPnya tinggi, ternyata tetap melahirkan bayi yang sehat. Ini menunjukkan bahwa tes darah saja tidak cukup bukti, sebaiknya melakukan tes-tes lebih lanjut untuk memastikan apakah bayi Anda menderita salah satu kelainan tersebut diatas.

 

Apakah membahayakan kesehatan ibu yang mengandung?

Tidak. Kehamilan dengan bayi anencephaly tidak ada pengaruh apa-apa. Akan tetapi, pada sekitar 25% wanita yang mengandung anak anencephaly, mengalami polyhydramnios atau kelebihan air ketuban. Hal ini terjadi, karena reflek untuk menelan pada si bayi, kadang-kadang tidak berfungsi, sehingga dia tidak dapat menelan air ketuban seperti halnya dilakukan bayi biasa. Kalau volume air ketuban sangat kelebihan, akan mengakibatkan perasaan tidak nyaman bagi sang ibu. Ada kemungkinan bayinya lahir premature atau air ketuban pecah. Untuk mengurangi kelebihan air ketuban, seorang dokter dapat melakukan amniocentesis. Air ketuban di sedot dengan syringe, sehingga sang ibu merasa lebih lega.
 

Bayi anencephaly rupanya seperti apa?

Tubuh sang bayi sama sekali tidak terpengaruh. Akan tetapi tempurung kepalanya (vault of cranium) tidak ada mulai dari alis mata ke atas. Separuh dari bagian belakang kepala biasanya tertutup kulit dan rambut. Jaringan saraf berwarna merah tua hanya tertutup oleh selaput yang tipis muncul pada bagian atas kepala yang dalam keadaan terbuka. Besarnya „lobang“ ini berbeda-beda dari satu bayi ke bayi lainnya. Ada kemungkinan bola mata bayi agak menonjol keluar, diakibatkan oleh karena kelainan bentuk tengkorak bagian mata, sehingga ucap kali bayi anencephaly dapat julukan mirip „kodok“.

Illustration of a baby with anencephaly

Illustration used with the permission of CDC Centers for Disease Control and Prevention

 

Apakah bayi anencephaly bisa merasakan atau melakukan sesuatu?

Dokter akan mengatakan bahwa anencephaly tidak dapat melihat, mendengar, merasakan rasa sakit, bahwa ia sekedar hidup saja. Akan tetapi, pernyataan ini sering tidak sesuai dengan pengalaman keluarga yang pernah mengurus bayi anencephaly. Bagian otak yang terpengaruh kecacatannya itu berbeda-beda dari satu bayi ke bayi yang lainnya. Jaringan otak dapat berkembang pada tahap berbeda-beda. Ada bayi yang bisa menelan, minum, menangis, mendengar, merasakan vibrasi (suara yang keras) dan ada reaksinya kalau disentuh dan bahkan berreaksi pada sinar. Tetapi yang paling penting, mereka memberi tanggapan terhadap kasih sayang. Seseorang tidak memerlukan sebuah otak yang lengkap untuk dapat merasakan kasih sayang – yang diperlukan hanya sebuah hati!

 

Apa yang terjadi pada saat melahirkan seorang bayi anencephaly?

Pada kehamilan yang pada umumnya, kelenjar di bawah otak (pituitary gland) dan suprarenals atau kelenjar ginjal sang bayi yang membantu merangsang proses persalinan. Pada bayi anencephaly kelenjar di bawah otak dan kelenjar ginjal ini tidak ada, atau terhambat pertumbuhannya, sehingga gejala-gejala akan melahirkan sering tidak muncul dengan sendirinya. Hal ini bisa mengakibatkan ibunya meminta perangsang persalinan pada masa kehamilannya sudah genap. Berhubung sang bayi tidak memiliki tempurung kepala, pada saat melahirkan penting agar air ketuban tidak pecah selama memungkinkan, sehingga leher rahim bisa membuka dengan tekanan air ketuban. Kalau air ketuban tidak pecah, proses melahirkan seorang bayi anencephaly hampir sama dan sama lamanya dengan halnya kelahiran bayi normal. Hasil pengalaman menunjukkan, bahwa kalau air ketuban sengaja dipecahkan, maka kemungkinan bayinya lahir dalam keadaan hidup menurun drastis (Jaquier 2006).

 

Apakah bayi anencephaly dapat menjadi donor organ tubuh?

Menurut teori, bisa. Pada prakteknya ada beberapa kendala.

Ilmu pengetahuan pencangkokan organ pada bayi baru lahir, masih pada tahap awal; hasilnya dengan jangka waktu menengah kurang di ketahui, sedangkan jangka waktu panjang tidak diketahui sama sekali. Organ-organ seorang bayi anencephaly baru dapat dicangkok setelah bayi dinyatakan telah meninggal dunia. Akan tetapi, kriteria yang menetapkan ‚kematian otak’ biasanya tidak cocok dipakai pada anak dibawah umur 7 tahun. Sementara menunggu penetapan ‚kematian otak’, organ-organ si anak keburu hancur dan tidak layak lagi untuk dipakai donor. Anak anencephaly biasanya tidak memiliki otak belakang, lain halnya dengan otak depan yang biasanya berfungsi pada saat bayi lahir. Otak depan matinya pelan-pelan dan organ-organ lainnya mungkin mati dalam kurun waktu yang berselang. Menurut pengamatan, pernyataan kematian otak secara medis (yaitu sama sekali tidak ada reaksi dan reflek serta berhentinya pernapasan) biasanya terjadi setelah detak jantung sudah tidak ada. Sehingga anak anencephaly sangat jarang dapat menyumbang organ tubuhnya. Di beberapa negara / daerah, katup jantung dapat digunakan untuk transplantasi di kemudian hari. Katup jantung dapat diambil sampai dengan 8 jam setelah bayi telah dikatakan meninggal dan katup jantungnya ini dapat disimpan pada titik beku sampai penerima donor membutuhkannya.

Dapatkan informasi lebih lanjut tentang mencangkokan organ pada bayi anencephaly di link berikut: Links about organ donation

 

Tingkat terulang lagi sebesar apa?

Kebanyakan kejadian anencephaly merupakan kelainan tersendiri dan kecil kemungkinannya untuk terulang lagi dalam keluarga yang sama. Menurut statistik tindak terulangnya kasus anencephaly pada wanita yang sama adalah 4%.

 

Dapatkah anencephaly dicegah?

Sejak beberapa waktu, ilmu aetiology tentang kecacatan bumbung saraf (NTD) menyebutkan bahwa kelainan ini terpengaruh oleh gabungan faktor pola makan dan lingkungan. Hasil penelitian medis menyatakan bahwa dengan mengonsumsi vitamin asam folat(Folic Acid) dapat mengurangi risiko terjadinya NTD. Seandainya semua wanita pada usia subur mengonsumsi 0,4 mg vitamin asam folat setiap harinya sebelum hamil dan selama paling tidak sampai kehamilan 3 bulan pertama, maka tingkat kasus potensial terjadinya anencephaly dapat diturunkan hingga 50 – 70% (Ceizel and Dudas, 1992). Keterangan lebih lanjut dapat dibaca di Pencegahan Anencephaly

 

Penelitian apa saja yang sedang dilakukan?

National Institute tentang kelainan saraf dan stroke,memimpin dan secara luas menyokong penelitian yang menyelidiki rumitnya mekanisme pada perkembangan otak. Ilmu yang didapatkan dari hasil pokok penelitian-penelitian ini membentuk dasar pengertian mengapa prosesnya bisa meleset dan dengan begitu dapat menawarkan harapan-harapan baru untuk merawat dan mencegah terjadinya kelainan bawaan pada otak seperti anencephaly termasuk NTD lainnya.

Duke Center for Human Genetics saat ini sedang memimpin penelitian genetic dengan nama “The Hereditary Basis of Neural Tube Defects” atau penyebab dasar genetik sebuah NTD untuk dapat memastikan penyebab terjadinya anencephaly dan NTD lainnya. Dengan mempelajari keluarga-keluarga dengan kasus anencephaly atau NTD lainnya, mereka ingin menemukan gen mana yang berperan pada perkembangan bumbung saraf. Mereka mengharapkan dengan hasil penelitian ini akan dapat konseling genetik yang lebih tepat termasuk penetapan resiko, perawatan yang lebih memadai, cara pencegahan yang lebih tepat dan mungkin sekali waktu penyembuhan.

PONTI Study (Pencegahan NTD dengan Inositol)

Jika Anda pernah mengalami kehamilan dengan diagnose janin menderita NTD dan kemudian ingin hamil lagi, Anda mungkin ingin mengetahui tentang sebuah proyek penelitian yang bertujuan mencegah NTD dengan pengobatan vitamin tertentu. (Hanya berlaku di Inggris UK)

 

Referensi:

Botto LD et al, 1999. Neural-Tube Defects. N England J Med 341:1509-1519

Czeizel AE, Dudas I. 1992. Prevention of first occurence of neural tube defects by periconceptional vitamin supplementation. N Engl J Med 327:1832-1835

Holmes LB, Briscoll SG, Atkins L. 1976. Etiologie heterogeneity of neural-tube defects. N Engl J Med 1976;294:365-369

Jaquier M, Klein A, Boltshauser E., 2006. Spontaneous pregnancy outcome after prenatal diagnosis of anencephaly, BJOG 2006; 113:951-953

Müller F, O’Rahilly R, 1991. Development of Anencephaly and Its Variants. The American Journal of Anatomy 190:193-218 (1991)

Sadler TW, 1998. Mechanisms of neural tube closure and defects. Ment Retard Dev Disabil Res Rev 1998;4:247-53

Sadler TW. 2005. Embryology of Neural Tube Development. American Journal of Medical Genetics Part C 135C:2-8

 

Permitted translation of www.anencephalie-info.org

 

Contoh Beberapa Kasus Dan Kebijakan Mengenai Anencephaly

1. MA Brazil Izinkan Aborsi dalam Kasus Anencephaly

Brasilia (AFP/ANTARA) – Mahkamah Agung Brazil pada Kamis melegalkan aborsi dalam kasus janin tidak memiliki otak, sebuah keputusan yang mengkhiri debat yang dimulai delapan tahun lalu di tengah protes dari kelompok-kelompok agama.

Dengan suara 8-ke-2, Mahkamah Agung mengatakan memaksa perempuan untuk meneruskan kehamilan mereka ketika janin mereka telah didiagnosa dengan anencephaly, suatu keadaan dimana sebagian besar tulang tengkorak dan otak bayi tidak terbentuk, menimbulkan risiko bagi kesehatan fisik dan psikologis mereka.

Menurut hukum Brasil saat ini, aborsi diizinkan hanya dalam kasus pemerkosaan atau ketika hidup seorang ibu terancam oleh kehamilan.

“Melahirkan berarti memberikan kehidupan, bukan kematian,” kata Hakim Ayres Britto.

Dia berargumen apakah mengakhiri kehamilan dengan janin yang mengidap anencephaly benar-benar aborsi ketika janin tidak memiliki ekspektasi hidup di luar rahim.

Anencephaly mengacu pada janin yang tidak memiliki tulang tengkorak dan belahan otak. Mereka ditakdirkan untuk mati, beberapa jam atau menit setelah lahir.

“Ketika rahim menjadi peti mati kecil, kehidupan menjadi salah,” kata Hakim Carmen Lucia.

Roberto Gurgel, jaksa agung Brasil, berpendapat bahwa seorang wanita harus memutuskan apakah akan melahirkan bayi yang tidak memiliki otak.

“Antisipasi terapi persalinan dalam kasus-kasus anencephaly merupakan pelaksanaan hak dasar dari ibu,” katanya.

Jaksa Luis Roberto Barroso berpendapat bahwa privasi perempuan adalah masalah utama dalam keputusan aborsi mereka.

“Pengadilan ini memiliki isu kritis yang harus diperpertaruhkan: hak-hak reproduksi perempuan, hak mereka untuk tidak mempertahankan kandungan untuk melayani masyarakat,” katanya.

Aktivis anti-aborsi berkumpul di gerbang Mahkamah Agung. Gereja Katolik Brasil menyelenggarakan pengawasan anti-aborsi di beberapa kota.

Pada Rabu, pengunjuk rasa dari beberapa aliran agama datang ke pengadilan untuk berdoa, mengelilingi gambar janin dan santo pelindung dari Brasil.

“Para anencephalics adalah manusia yang hidup … Masyarakat, melalui lembaga-lembaganya, harus mendorong penghormatan penuh terhadap martabat manusia dan kehidupan mereka yang rapuh dan pendek,” tulis Kardinal Odilo Scherer di editorial yang mengutuk aborsi yang dimuat di media. (da/pt)

One response to this post.

  1. […] tak ada habisnya, https://linjunxia97.wordpress.com/2013/02/19/penyakit-anencephaly/ kembali menjadi sorotan setelah adanya pengakuan dan cerita kronologis dari seorang ibu yang […]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: