Diperkirakan Meninggal Saat Lahir, Kembar Siam Langka Ini Bertahan Hidup

Kembar siam asal India ini diperkirakan meninggal ketika dilahirkan karena keduanya adalah dicephalic parapagus. Ini merupakan kondisi kembar siam yang sangat langka dan biasanya penderita kondisi ini tak mampu bertahan hidup hingga dilahirkan. Kalaupun lahir maka mereka lahir dalam keadaan meninggal (stillbirth).

Namun Sohna dan Mohna terbilang sangat beruntung karena masih bisa hidup hingga menjelang usia 9 tahun meski harus berbagi torso dan dua kaki. Bahkan menurut sejumlah pakar, bisa jadi kedua bocah ini hanyalah satu dari sekian kecil penderita dicephalic parapagus yang masih hidup.

Kembar siam yang masing-masing memiliki sepasang lengan itu pun tinggal dan dibesarkan di sebuah panti asuhan di Amritsar, India setelah orang tuanya melepaskan mereka karena khawatir tak mampu merawat kedua bocah ini.

Dengan segala keterbatasan, Sohna dan Mohna pun tetap hidup layaknya anak normal. Sohna dan Mohna rajin ke sekolah dan keduanya diketahui dapat membaca dan menulis dengan baik.

Tim dokter yang mengetahui kisah kedua bocah ini hanya bisa tercengang. Mereka juga masih tak tahu pasti bagaimana kedua bocah laki-laki ini bisa hidup dengan baik kendati kondisinya begitu memprihatinkan.

“Ini masih jadi misteri dan kami tak 100 persen yakin bagaimana hal ini bisa terjadi. Yang paling menakjubkan adalah mereka punya dua otak dan satu tubuh yang dikendalikan secara terpisah, tapi tetap saja mereka adalah satu-kesatuan,” ungkap Dr. Rakesh Chouhan seperti dilansir dari Daily Mail, Kamis (20/12/2012).

Menurut pemeriksaan, baik Sohna dan Mohna juga merasakan kantuk pada waktu yang berbeda, termasuk merasakan sentuhan yang sama sekali berbeda pada tubuh mereka, bahkan pada tubuh bagian bawah yang menyatu.

“Kedua bocah ini memiliki indranya masing-masing. Mereka juga berpikir layaknya dua orang yang berbeda dan terpisah. Ketika mengenakan sepatu atau kaus kaki, Sohna akan memakai miliknya sendiri, begitu juga dengan Mohna. Mereka tak pernah memasangkan sepatu atau kaus kaki ke satu sama lain,” terang pengasuh mereka, Parmjit Kaur.

“Setelah bermain seharian kami juga meminta mereka mencuci tangan dan kakinya. Sohna akan mencuci kakinya sendiri dan berlalu, jadi kami terpaksa harus membawa Mohna agar bisa mencuci kakinya. Seperti itu keadaannya,” tambahnya.

Untuk pertama kalinya, kisah luar biasa kembar siam asal India ini pun akan disiarkan secara langsung di Channel 4, Inggris bertajuk ‘The Twins Who Share a Body – A Body Shock Special’.

Dicephalic parapagus adalah salah satu bentuk kembar siam yang sangat langka. Diperkirakan separuh penderita kembar siam ini meninggal ketika dilahirkan (stillbirth) dan tingkat keberlangsungan hidupnya hanyalah sebesar 25 persen. Karena itu mereka harus berbagi torso sehingga sulit bagi kembar siam ini untuk dipisahkan. Kebanyakan kembar siam dicephalic parapagus ditemukan di Asia dan Afrika.

 

Credit : linjunxia97.wordpress.com

TAKE OUT WITH FULL CREDIT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: